PRESS RELEASE SEMINAR AGRINEWS 2025
Bidang Keilmuan dan Kajian Isu
Seminar Agriculture News (AgriNews) hadir sebagai ruang dialog ilmiah yang membahas isu-isu aktual di bidang pertanian. Forum ini dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan para pemangku kebijakan dan praktisi yang berpengalaman, sehingga peserta tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memahami konteks lapangan secara langsung. Dengan mengusung format sharing information dan sharing session, AgriNews membuka ruang diskusi yang dinamis, memungkinkan peserta terlibat aktif dalam menggali berbagai perspektif mengenai kondisi pertanian modern.
Pada tahun 2025, AgriNews mengangkat tema besar “Ketahanan Pangan Nasional: Peluang, Tantangan, dan Inovasi Menuju Kemandirian Pangan Nasional”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 24 Oktober 2025 di Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, dan diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari berbagai program studi. Tingginya jumlah peserta mencerminkan besarnya antusiasme mahasiswa untuk memahami isu ketahanan pangan, terutama di tengah dinamika perubahan iklim, volatilitas harga komoditas, serta tantangan spesifik yang dihadapi Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui seminar ini, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis mengenai isu-isu tersebut, mulai dari keterbatasan lahan pertanian hingga urgensi regenerasi petani di daerah.
Pada tahun 2025, AgriNews mengangkat tema besar “Ketahanan Pangan Nasional: Peluang, Tantangan, dan Inovasi Menuju Kemandirian Pangan Nasional”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 24 Oktober 2025 di Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Yogyakarta, dan diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari berbagai program studi. Tingginya jumlah peserta mencerminkan besarnya antusiasme mahasiswa untuk memahami isu ketahanan pangan, terutama di tengah dinamika perubahan iklim, volatilitas harga komoditas, serta tantangan spesifik yang dihadapi Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui seminar ini, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis mengenai isu-isu tersebut, mulai dari keterbatasan lahan pertanian hingga urgensi regenerasi petani di daerah.
Dua narasumber kompeten dihadirkan untuk memperkaya wawasan peserta. Bapak Agung Suprihanto dari Dinas Pertanian DIY memberikan pemaparan mendalam mengenai kondisi ketahanan pangan regional, termasuk capaian surplus berbagai komoditas strategis serta kebijakan daerah seperti program Lumbung Mataraman. Beliau juga memperkenalkan berbagai inovasi teknologi pertanian modern yang tengah dikembangkan pemerintah daerah sebagai upaya memperkuat produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pangan. Di sisi lain, Bapak Joko Widianto, seorang praktisi pertanian dengan pengalaman lapangan yang luas, memaparkan tantangan riil yang dihadapi petani saat ini. Ia menyoroti isu alih fungsi lahan, ketergantungan petani pada pupuk kimia, serta semakin sedikitnya generasi muda yang tertarik bertani. Sebagai solusi, beliau menawarkan pendekatan LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) yang menekankan pertanian berinput rendah dan berkelanjutan sebagai alternatif yang lebih adaptif bagi petani masa kini.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, memberikan pandangan, serta terlibat dalam dialog kritis mengenai diversifikasi pangan, pengendalian alih fungsi lahan, hingga strategi memperkuat peran generasi muda dalam sistem pangan nasional. Percakapan berkembang lebih jauh ke arah bagaimana perubahan perilaku konsumsi masyarakat dapat mempengaruhi stabilitas pangan, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani untuk membangun ketahanan pangan yang kuat dan inklusif.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengajukan pertanyaan, memberikan pandangan, serta terlibat dalam dialog kritis mengenai diversifikasi pangan, pengendalian alih fungsi lahan, hingga strategi memperkuat peran generasi muda dalam sistem pangan nasional. Percakapan berkembang lebih jauh ke arah bagaimana perubahan perilaku konsumsi masyarakat dapat mempengaruhi stabilitas pangan, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan petani untuk membangun ketahanan pangan yang kuat dan inklusif.
Melalui seminar ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam bahwa ketahanan pangan bukan sekadar persoalan produktivitas pertanian, tetapi juga mencakup faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan yang saling berkaitan. AgriNews 2025 tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab generasi muda sebagai bagian dari ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berlangsung lancar, penuh energi positif, dan menjadi ruang belajar kritis yang memperkuat komitmen mahasiswa Fakultas Pertanian untuk berkontribusi dalam mewujudkan sistem pangan nasional yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Komentar
Posting Komentar